Kenapa?
Hanya kalimat itu yang ingin aku tanyakan padamu, hanya itu.
Aku tak akan tanya kan padamu hal-hal yang telah kamu janjikan padaku dulu.
Aku hanya ingin bertanya kenapa kamu pergi begitu saja saat diri ini telah nyaman bersandar dipundakmu.
Kenapa??
Apakah aku hanya sebagai lintasan kesepian sesaat untukmu?
Apakah diriku yang tidak sempurna ini tidak bisa bersama dirimu yang sempurna?
Aku bertanya padamu?
Jarak kita begitu dekat untuk bertemu dan bertatap mata tapi mengapa kamu enggan untuk melihatku disini.
Setiap malam disaat aku tahu ini hari liburmu aku menunggumu di luar rumahku berharap diujung jalan sana mata ini dapat melihatmu
Tapi sampai mata ini memerah dan berkaca-kaca aku masih tak dapat melihatmu diujung jalan sana.
Sudah aku bilang bukan bahwa jarak kita hanya 10 langkah berjalan dan kamu pun mengiyakannya pada saat itu.
Cukup singkat memang kedekatan kita dan tidak seharusnya aku terlalu nyaman bersamamu. Haha memang bodoh yaa aku.
Bodoh terlalu berharap dan bersender terlalu nyaman di bahumu.
Pada saat mengenalmu aku telah berjanji pada diriku sendiri bahwa kamulah yang terakhir karena aku sudah lelah berganti-ganti hati untuk melengkapi setengah hatiku ini. Tapi apa boleh buat kamu telah pergi tanpa alasan yang jelas dan kamu lupa kamu juga telah membawa hatiku bersamamu.
Tak mengapa, untuk saat ini biarlah begini terus keadaanya. Akan kunikmati pergantian jam,hari,minggu bahkan tahun dengan kesendirian sampai tiba waktunya untukku membuka kembali lembaran kosong dan menulis kembali babak cerita cinta yang baru.
Satu yang aku pinta jagalah dirimu baik-baik disana sampai nanti tuhan putuskan untuk kita bertemu kembali dan menulis kisah yang baru walau tak harus sebagai sepasang kekasih lagi.
Diposting oleh



0 komentar:
Posting Komentar