Pages

0

Untukmu disana

Sudah cukup.
Sudah cukup pengabaian dari dirimu
Aku bukan boneka yang bisa kau mainkan sesuka hatimu.

Aku juga berhak bahagia, walaupun kenyataannya tak bersama dirimu
Aku juga berhak mengambil hatiku kembali darimu.

Tiba2 saja kau pergi menjauh dan lama kelamaan menghilang
Sadarkah dirimu betapa lukanya hatiku saat itu.

Kau pamit padaku hanya untuk melakukan ibadah
Tapi seiring berjalannya waktu kau mengilang.

Kau bertingkah seperti tak ada apa2 diantara kita, seakan akan semuanya baik baik saja, seakan akan aku tak apa apa
Kau egois dan hanya mementingkan dirimu. Apakah kau pikir bonekamu ini tidak berhak bahagia

Aku juga punya kehidupanku sendiri
Dan tolong berhentilah membuatku menangis setiap saat mengingatmu
Tolong kembalikan setengah hatiku agar aku tak pernah mengingatmu lagi
Tolong pergilah dan kembalikan hatiku

0

Kenyataannya

Iyaa inilah kenyataannya.
Saat dimana aku harus belajar berdiri dengan kaki ku sendiri.

Saat dimana aku harus belajar mengatur kehidupan dan keuanganku sendiri
Saat dimana aku harus menahan cacian dan terpaan sendiri tanpa adanya lagi tempatku buat menuangkannya

Iyaa ini kenyataannya 40 hari sudah papa pergi tinggalkan aku.
40 hari lebih sudah bayangannya memudar dari pandanganku

Sulit untukku mempercayinya
Semua terlihat seakan seperti mimpi
Tapi bukan ini bukan mimpi
Ini kenyataannya

Tuhan mengapa kenyataan yang kau berikan ini begitu pahit untuk kuterima
Mengapa tuhan? Mengapa?

Aku bahkan belum sempat menghadiahkan kado terindah untuknnya di hari tuanya kelak

Ingin kumenangis sampai air mata ini habis agar tak bisa lagi setiap saat menangisinya

Kenyataan ini selalu saja membuat ku seperti tidak mendapatkan keadilan didunia ini

Kenyataan ini sedikit demi sedikit mengkikis semua impian dan cita-citaku
Kenyataan yang sedikit demi sedikit merapuhkan isi hatiku
Kenyataan yang sedikit demi sedikit merobek-robek kehidupanku

Tuhaaannnn!!! Apakah ini kenyataan yang harus kulalui sampai akhir khayatku?

Kenyataan yang selalu membuat semuanya kandas dan tenggalam

Iyaa inilah kenyataannya

Back to Top