ku buat tulisan ini saat lidahku keluh untuk berkata-kata saat semua suara ku habis untuk mengucapkan kalimat bahkan sepatah kata pun aku tak sanggup lagi. sedikit lebay memang tapi inilah yang memang terjadi. 1 bulan yang lalu dia pergi untuk melakukan ibadah umroh ke tanah suci, dia sosok pria yg buat aku sadar segalanya butuh perjuangan termasuk rasa sayang ku terhadapnya butuh perjuangan.tiga minggu aku menantinya kembali tiga minggu pula ku tatap layar handphoneku dan berharap namanya muncul dilayar handphone tapi tak ada satupun kabar darinya. disuatu malam setelah kupanjatkan doa kepada tuhan tiba tiba layar handphone ku menyala ku lihat nama yang tertera, ya tuhan nama dia... dia kembali.... betapa rindunya aku pada saat itu. akhirnya kami mengobrol lewat aplikasi video call, betapa ku merindukan wajahnya. ya tuhan semoga ini bukan akhir dari kisah kami doa ku pada saat itu tapi ternyata tuhan berkehendak lain. obrolan itu menjadi yg paling terakhir dia mengirimkan pesan singkat dan berkata "maaf aku menelponmu hanya untuk bilang maaf aku tidak akan mengganggu mu lagi dan jangan mengganggu ku juga semoga tuhan memaafkan kita" pada saat itu aku tak sanggup lagi menahan air mata ku balas pesannya dengan berurai air mata "apa salahku kenapa kamu ingin pergi lagi? untuk apa kamu datang jika hanya bilang maaf? untuk apa?" tapi dari begitu banyak pesan yg kukirim tak ada satupun yang dibalas. ya tuhan jika memang kami harus berpisah tolong kuatkanlah diriku jangan biarkan air mataku terus mengalir. 2 tahun yang sudah kami lalui apakah akan berakhir sampai disini? 2 tahun kami menjaganya apakah harus berakhir dengan hanya kata maaf? kupaksakan mata ini untuk tertidur lelap saat waktu sudah tengah malam lewat kupaksakan diriku untuk melupakan semuanya tapi percuma hanya air mata saja yang akan terus keluar dari mataku. pada pukul 1 malam kucoba menghubunginya lagi dan berharap dia membalasnya tapi ternyata sia2 tak asa kejelasan yang ku dapatkan dan hanya menambah derasnya air mata. aku tertidur karena lelah menangis semalaman dan terbangun pada saat azan subuh berkumandang. teringat kejadian semalam membuat ku sedikit pusing seperti mimpi yang ku dapat pada saat tertidur. tapi ini bukan mimpi ini sungguh terjadi, ya tuhan... beri tau dia keadaan ku disini beritahu dia perasaanku sekarang, aku tau tuhan dia mahluk yang kau ciptakan untuk selalu berbakti pada ibunya tapi lantaskah harus menyakiti diriku.... ya tuhan berapa bnyak lagi air mata yang harus keluar dari mataku sungguh jika aku bisa memilih aku tak mau mengenalnya. mengapa kau temukan kami di tempat yg sama dan waktu yang sama? mengapa? seandainya air mata ini bukan ciptaanmu mungkin sudah lama habis. kalau saja aku tau itu suara terakhirmu yang aku dengar, perkataan sayangmu yang terakhir,panggilan sayangmu yang teeakhir dan ungkapan rindumu yang terakhir kalinya untukku, andai saja aku tau itu aku tak mau mendengarnya sungguh.... sampai sini sajakah perjuanganmu mempertahankan hubungan kita? sampai sini sajakah? pada saat ku menulis ungkapan ini lagi2 ku menangis ah begitu lemahnya diriku begitu kekanakannya diriku begitu egoisnya diriku..... ya tuhan aku ikhlas dengan semuanya aku ikhlas...
akan ku hapus semua air mata ini akan buang jauh jauh semuanya aku pasrah tuhan jika ini memang takdirmu untuk ku. tak apa berilah dia gadis yang pantas untuknya yang menyayanginya dan bisa membuatnya bahagia tak apa aku ikhlas biarlah ku simpan semuanya sendiri disini jauh darinya...
Diposting oleh


0 komentar:
Posting Komentar